Saoraja dan Bala, Arsitektur Tradisional Rumah Orang Bugis dan Makasar di Sulawesi Selatan

446 Views

Soaraja dan Bola, nama rumah tradisional suku Bugis. Etnis Makasar menyebutnya Bala. Bugis dan Makasar adalah dua entis mayoritas di Sulewesi Selatan.

Saoraja dan Bola (Bugis) atau Bala dan Lampoa (Makasar) memiliki arsitektur serupa, hanya berbeda ukuran, kemewahan, dan sejumlah simbol.

Saoraja adalah sebutan bagi rumah bangsawan. Sementara Bola merupakan sebutan bagi rumah rakyat biasa.

Ciri Saoraja dan Bola adalah berbentuk rumah panggung yang terbuat dari balok dan papan kayu.

Rumah Adat Saoraja Bola Bugis Makasar Sulawesi Selatan [Roomah.id]

Saoraja dan Bola memiliki tiga bagian, yaitu kolong, tengah, dan loteng.

Bagian kolong rumah disebut Awasao atau passiringan atau Awabola. Di tempat inilah orang Bugis atau Makasar mengamankan hewan ternak mereka. Alat-alat pertnian juga disimpan di sini.

Pada zaman dahulu, para bangsawan yang memiliki budak, menempatkan budak-budak mereka di kolong rumah.

Bagian tengah merupakan inti rumah, tempat tinggal dan beraktivitas sehari-hari. Bagian ini disebut Alebola atau Watangmpola atau Ale Kawaq atau Kale Bala (Makasar).

Kalle Bala terbagi atas tiga ruang (paddaserang) utama, yaitu ruang tamu (Paddaserang Dallekang), ruang keluarga (paddaserang tangnga), dan Paddaserang Riboko yang dijadikan ruang timur untuk kaum perempuan.

Di bagian Kale Bala ini ada pula Dego-dego teras kecil dekat tangga depan, dan balla palu (dapur) yang terletak di sisi belakang.

Loteng disebut Rakkaeng dalam bahasa Bugis dan Pemakkang dalam bahasa Makasar.

Bagian ini dianggap sebagai bagian yang sakral – tampaknya merupakan nilai kebudayaan pra-Islam – dan digunakan sebagai tempat menyimpan hasil panen dan kerajinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *