Rumah Adat Boyang Etnis Mandar di Sulawesi Barat

374 Views

Mandar adalah etnis mayoritas di Provinsi Sulawesi Barat. Rumah berarsitektur tradisional etnis Mandar disebut Boyang.

Ada dua jenis Boyang. Yang pertama Boyang Adak, rumah berarsitektur tradisional bangsawan Mandar. Yang kedua, untuk orang biasa, disebut Boyang Beasa.

Secara garis besar, arsitektur Boyang Adak dan Boyang Beasa tidak banyak berbeda.

Boyang merupakan rumah panggung dengan tiang-tiang pokok yang tidak ditancapkan ke tanah alias berdiri di atas landasan batu.

Kolong panggung pada rumah Boyang rata-rata setinggi 2 meter.

Anak tangga rumah Boyang selalu berjumlah ganjil, antara 7 hingga 13.

Atap rumah Boyang berbentuk prisma memanjang dari depan ke belakang rumah. Pada zaman dahulu atap berbahan rumbia. Di masa kini masyarakat menggantinya dengan seng.

Pada penampang depan atap tampak penutup bubungan (tumbak layar) berukiran melati. Ornamen vertikal yang disebut teppang terpasang di puncak bubungan di sisi depan dan belakang rumah.

Seperti arsitektur rumah tradisional etnis lain di Sulawesi, rumah Boyang terdiri dari 3 tingkatan, yaitu kolong, tengah, dan loteng.

Kolong rumah Boyang disebut Naong Boyang. Terdengar mirip bahasa Manggarai di Flores, ‘ngaung’ yang berarti kolong.

Orang Mandar memanfaatkan Naoong Buyang sebagai kandang atau tempat mengikat ternak saat malam.

Bagan tengah yang merupakan tempat tinggal terdiri dari sejumlah ruangan yang disebut lotang.

Ketika masuk ke rumah Boyang, ruang pertama yang kita jumpai setelah mendaki anak tangga adalah beranda yang disebut lego-lego. Bagian ini tidak berdinding.

Jika terus melangkah ke dalam, kita masuk ke Samboyang. Kira-kira, dalam istilah rumah-rumah masa kini, samboyang adalah ruang tamu.

Para pria etnis Mandar membicarakan urusan adat di samboyang. Jadi samboyang juga semacam bangsal pertemuan.

Di belakang samboyang ada Tangnga Boyang. Sesuai nama, tangnga yang berarti tengah, ruang ini merupakan living room atau ruang tengah atau ruang keluarga. Di tangnga boyang iniah penghuni rumah sehari-hari berkumpul.

Lebih ke belakang atau ke dalam lagi ada bagian Bui Boyang yang terdiri dari sejumlah kamar tidur (songi).

Di bagian paling belakang terdapat dapur (Paceko) dan kamar mandi (pattetemenagang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *