Mudik, Spesialisasi Makna Jokowi yang Mendahului KBBI

215 Views

“Kalau itu bukan mudik, itu pulang kampung. Yang bekerja di Jabodetabek, di sini, tidak ada pekerjaan, mereka pulang. …Kalau mudik itu terkait hari lebarannya. Kalau pulang kampung itu bekerja di Jakarta pulang ke kampung.”

— Presiden Joko Widodo dalam acara Mata Najwa, 22 April 2020.

Jedeeerrrr. Warganet langsung heboh. Pernyataan Presiden Joko Widodo ditumbukkan ke Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ramailah kritik dan cemooh dilemparkan warganet yang bukan pendukung setia Jokowi.

Di satu sisi warganet benar. Maksud saya kritik mereka, bukan cemo’ohannya.

KBBI memberi pengertian mudik secara formal sebagai kata kerja yang berarti “(berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman).” Jadi semua aktivitas berpindah tempat atau pergi ke udik atau berlayar ke hulu sungai disebut mudik.

Tetapi KBBI juga memberi ruang bagi versi populer mudik, yaitu yang berlaku dalam ragam cakapan. Dalam konteks percakapan—yang sehari-hari digunakan masyarakat—mudik berarti “pulang ke kampung halaman.”

Dengan demikian, dalam ragam cakapan, kata mudik mengalami pergeseran makna.

Pergeseran makna tersebut bisa dipandang meluas (generalisasi), yaitu dari hanya untuk yang ke udik dan hulu sungai saja menjadi ke manapun asalkan itu kampung halaman.

Maka dalam ragam cakapan, sah-sah saja seorang buruh migran asal Jakarta yang bekerja di Kupang, NTT menyebut dirinya mudik ketika pergi ke Jakarta.

Tetapi pergeseran makna mudik dalam ragam cakapan itu bisa pula dipandang sebagai penyempitan makna (spesialisasi).

Dalam versi bakunya, ke manapun seseorang pergi, asalkan tempat tujuan itu tergolong daerah pedalaman atau hulu sungai, disebut sebagai mudik. Dalam ragam cakapan, tidak sembarang menuju pedalaman boleh disebut mudik, melainkan hanya jika tempat pedalaman itu kampung halaman si pemudik.

Nah, karena bahasa Indonesia mengenal pergeseran makna—yang disebabkan oleh perubahan kelaziman penggunaan||, tidak terlalu salah pula jika Presiden Joko Widodo mencoba merevisi makna mudik sesuai kelaziman penggunaan berdasarkan pengamatan atau pengalaman subjektifnya dengan kata tersebut.

“Mudik adalah pulang ke kampung halaman untuk merayakan idul fitri bersama keluarga besar.” Kira-kira begini makna mudik menurut Pak Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *