Inovasi Fitur Twitter Mendukung Literasi dan Memerangi Hoaks

247 Views

Warganet pengguna medsos terkenal reaksioner. Sedemikian mudah mereka mengomentari sesuatu tanpa terlebih dahulu merenungkannya. Mental malas membaca, memperparah kondisi ini. Hanya sekilas melihat judul artikel tanpa mengklik tautan dan membacanya, mereka sudah langsung mengomentari dan menyebarluaskannya.

Mental seperti ini membuat komunikasi sosial di ranah daring sebegitu buruknya. Pro-kontra cuma berisi caci maki, terutama oleh kaum yang belum juga bisa move on dari pertarungan politik elektoral pemilu dan pilkada. Mengeksploitasi mental malas membaca, berita-berita hoaks menyebar sedemikian mudah.

Beruntunglah pengembang aplikasi media sosial turut prihatian dan berusaha mengembangkan inovasi yang bisa menekan kecenderungan mental buruk ini. Baru-baru ini twitter mengumumkan peluncuran fitur twitter help yang mengingatkan pengguna untuk terlebih dahulu membaca membaca sebuah artikel sebelum menyebarluaskan atau menanggapinya.

“Berbagi artikel dapat memicu percakapan, jadi Anda mungkin ingin membacanya sebelum mengicaukannya. ” Demikian bunyi kicauan akun resmi twitter pada 11 Juni.

Dijelaskan, peringatan itu akan muncul saat pengguna me-retweet artikel yang belum dibaca. Jadi, ketika penguna melihat sebuah kicauan berisi tautan artikel dan hendak me-retweet, pengguna diingatkan untuk terlebih dahulu klik tautan guna membaca isi artikel.

Kiacauan Twitter tentang ujicoba fitur pengingat membaca sebelum retweet

Fitur ini masih dalam tahap uji coba di platform Android. Semoga jika sudah berlalu resmi dan universal nanti, mental asal komentar dan kecenderungan menyebarkan hoaks bisa ditekan. Demikian pula kebiasaan membaca meningkat di kalangan pengguna media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *