Dokter Tirta dan Deddy Corbuzier, Fenomena Internet Hero vs Troll

403 Views

Sejumlah pesohor internet, seperti Deddy Corbuzier si ‘Bapak Youtuber Indonesia’ itu, dan Tirta, dokter merangkap pengusaha yang terkenal suka ‘ngegas’, sedang panen kecaman netizen.


Sebagai manusia, sudah takdir kita menjadi homo socius, makhluk yang tidak bisa hidup terisolasi dari kawanannya. Karena harus hidup bersama, komunikasi adalah perangkat penting dalam kebudayaan manusia. Sebenarnya komunikasi ini juga unsur sentral ‘kebudayaan’ hewan-hewan yang hidup bergerombol.

Sub Bahasan

  1. Komunikasi Syarat Kepribadian
  2. Troll di mana-mana
  3. Internet Hero, Joker yang coba jadi Batman
  4. Catatan dan Sitasi

Komunikasi Syarat Kepribadian

Dengan berkomunikasi individu manusia bisa memenuhi kebutuhannya, sebab tak ada orang yang bisa memproduksi sendiri semua kebutuhan hidup. Manusia bisa melakukan barter, berdagang, atau bekerja sama memproduksi barang kebutuhan karena kemampuan berkomunikasi.

Tetapi komunikasi tidak selalu dilakukan demi pemenuhan kebutuhan yang konkrit. Bahkan sebagian besar komunikasi manusia dilakukan dalam konteks kebutuhan sosial — sekadar demi relasi yang tidak untuk apa-apa — dan kebutuhan identitas.

Mungkin boleh pula kita sebut kebutuhan identitas itu kebutuhan pengakuan akan keberadaan.

Agar ada, manusia haruslah seorang pribadi. Syarat bagi keberadaan pribadi adalah ia unik, bisa dibedakan dari kumpulannya.

Kita tidak bisa menyebut seekor semut sebagai pribadi karena kesulitan menemukan keunikannya dibandingkan semut-semut lain yang berbaris di belakang atau didepannya.

Ukuran kualitas dari keberadaan pribadi adalah kepribadian. Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan kata kepribadian sebagai “sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakannya dari orang atau bangsa lain.”

Nah, tercermin atau pencerminan adalah keadaan merefleksikan atau memantulkan sesuatu yang terpancar. Jadi sebelum ada pancaran, tidak ada cerminan.

Maka kepribadian hanya bisa disimpulkan jika manusia memancarkannya. Komunikasi adalah cara manusia memancarkan kepribadian.

Yang bagaimana?

Dengan menyampaikan penilaian dan sikapnya terhadap keberadaan atau peristiwa-peristiwa di sekitarnya. Apapun itu. Dengan mengkomunikasi sikap dan penilaiannya, seorang individu bisa dinilai masyarakat sebagai demokratis atau otoriter, berpikiran maju atau kolot (konservatif), religius atau rasional, humanis atau pembenci, dan lain-lain, pemaaf atau tukang dendam, periang atau pesungut-sungut, dan lain-lain, dan sebagainya

Bagaimana jika individu memetakan sendiri dirinya termasuk kepribadian yang mana?

Tidak bisa. Otoriter, demokratis, penuh cinta, tukang julid, dan lain-lain itu adalah konsep. Konsep berkembang dan disepakati dalam komunikasi.

Seseorang hanya bisa tahu seperti apa kualitas-kualitas yang jadi prasyarat kepribadian progresif melalui komunikasi. Dengan itu ia tahu bagaimana pandangan masyarakat dan mulai mematut-matut diri, melakukan sejumlah penyesuaian diri agar memenuhi kualitas-kualitas tersebut.

Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi, internet yang kemudian menghadirkan media sosial, membuka seluas-luasnya ruang bagi pemenuhan kebutuhan identitas. Seorang individu di tengah persawahan Ulu Ngali Satarmese bisa menyatakan dirinya, menyampaikan pendapat-pendapatnya terhadap peristiwa detik lalu di London.

Manusia sungguh haus akan pemenuhan identitas. Mungkin itu sebabnya lapak-lapak dan platform menulis selalu dipenuhi orang-orang dengan beragam buah pikiran mereka. Itu sebabnya berbagi wujud aplikasi dan platform media sosial memiliki jutaan pengguna.

Itu pula sebabnya handphone dan data internet seperti sudah jadi kebutuhan pokok.


-> Next Page: Kebisingan Menciptakan Troll

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *